Minggu pagi rutin yang selalu di isi dengan lari-lari kecil berkeliling lapangan taman di dekat kost an ku, aku dan Rahma sedang beristirahat sambil minum untuk membasahi tenggorokan kami yang kering setelah aktifitas joging yang baru saja selesai.
" ma ... udah laper gak ? " tanya ku, padahal si sebenarnya aku yang udah kelaparan ha ha ha
" ya jelas laper la do, kan memang belum sarapan ... gimana sih !! " jawab rahma yang sedikit kesal.
" yaudah, yuk cari sarapan, habis itu lanjut istirahat di kosan sebelum pulang, mana tau kan mau kiss kiss dikit ma he he he " goda ku sambil mengedipkan sebelah mata.
" oke, dibungkus aja ya biar makannya dikosan, sekalian aku jg mau beli jus,,," ucap rahma sambil mengedipkan sebelah mata nya juga.
aku dan Rahma sama-sama mahasiswa semester awal hanya saja beda Universitas, aku aslinya tinggal didesa jadi mau gak mau aku harus ngekost disini, berbeda dengan rahma yang memang asli tinggal dikota.
Setelah membeli sarapan dan jus yang dia mau, kami berdua berkeliling sebentar cari angin menggunakan sepeda motor ku, kalo mobil aku belum punya alias belum sanggup beli.
kami pun sarapan bareng layaknya sebuah keluarga kecil yang belum punya anak, nikah aja belum gimana mau punya anak, halu dikir gak papa lah ya.
hehehe
Lanjut
karena kost an ku yang minim akan peraturan atau bisa dibilang agak bebas si jadi bawak pacar gak dilarang, mau nginap pun boleh si tapi jangan sampe ketahuan, kalo gak bisa berabe urusan nya.
kami berdua bersenda gurau tanpa menghiraukan penghuni kost an lain yang terganggu atau pun risih dengan suara berisik yang kami timbulkan.
aku yang notaben nya laki laki normal, berdua an dengan pacar sendiri ya pasti lah curi curi kesempatan dalam kesempitan, gak mungkin dong di sia sia in.
tanpa aba-aba dan rambu-rambu lalu lintas
aku mencium rahma dengan bibir ku yang sedari tadi sudah sangat gatal.
" cup ... "sebuah kecupan basah walaupun sekilas mendarat mulus di bibir nya.
rahma yang sedikit terkejut pun bereaksi " do ,,, kok gak izin dulu sih !!" ucap rahma walaupun sebenarnya dia menyukai apa yang barusan aku lakuin, " ih rido mah gitu curang gak bilang bilang lagi batin rahma "
" jadi harus izin dulu nih, kan udah sering juga ma ,,," goda ku dengan kedipan sebelah mata.
" harus dong, biar aku gak kaget hehehe " ucap rahma sambil senyum tipis
aku pun kembali mendekatkan wajahku, " ya udah nih aku mau cium lagi ma, udah izin kan ha ha ha ", rahma yang sudah tau apa yang bakal aku lakuin pun menutup mata nya.
kecupan demi kecupan saling kami berikan satu sama lain, lama kelamaan berubah menjadi lumatan lumatan yang lumayan menuntut, saling bertukar saliva, lidah kami bertemu meliuk liuk seperti sedang menari nari oh indah nya punya pacar yang pengertian.
rahma yang mulai terbuai dengan permainanku gak menyadari kalo sedari tadi tanganku sudah menuntunnya melepaskan baju yang ia kenakan, hanya menyisakan kain yang sebenarnya gak sanggup menutupi bukit kembar sintal nan indah yang seakan akan sedang mengintip minta dibebaskan,,,
tangan nakal ku pun berlanjut mulai meraba raba punggung rahma yang putih dan halus sambil mencari cari kaitan yang menjadi pertahanan terakhir nya, dan dengan sekali tekan menggunakan satu tangan akhirnya lepas juga kain yang sangat mengganggu pemandangan indah bukit kembar milik rahma.
p******a rahma yang pas digenggaman tangan, kenyal dan tentu saja p****g yang masih pink seakan akan menghipnotis pandanganku, " sungguh indah pemandangan ini tuhan " batinku,
Aku pun mulai meremas sebelah p******a nya dan menghisap yang sebelah nya lagi, " kok bisa sih enak banget n*n*n walaupun sebenarnya gak ada rasa, tapi tu nikmat banget gak sih " batinku lagi.
rahma yang aku perlakukan seperti itu pun hanya mampu mendesah, " Mmmmmhhhhh Aaaaahhhhh,,,,"
" doooo Aaaahhhhhh ", " uuhhh enak banget si do, terus do terusss , batin rahma dalam hati".
desahan rahma membuat aku semakin bernafsu, ntah kenapa suara desahan perempuan menurutku sangat seksi dan juga membangkitkan gairah ke lelakianku.
apalagi kalo membayangkan kejantanan ku memasuki lobang v****a nya uh pasti nikmat banget, maklum lah nama nya juga masih perjaka.
" MmmmmHhhhh Aaaaahhhhh do,,, terus do terus " desah rahma sambil menekan kepala ku ke dadanya agar menghisap lebih kuat lagi.
setelah puas bermain disana aku pun kembali mengecup bibir rahma dengan lembut, memeluk nya erat, seakan memberikan kehangatan sekaligus sebagai ungakapan kalo aku sayang banget sama dia.
walaupun kami sering melakukan hal itu dan pasti membangkitkan gairah s*x yang menggebu tapi kami nggak pernah melewati batas itu, apalagi sampe bercinta layak nya suami istri.
sebenarnya si aku yang gak berani melakukan nya, kalo cewek kan biasa nurut aja, apalagi kalo udah sayang pasti mode pasrah auto aktif.
ya akibatnya kejantanan ku yang selalu tersiksa seakan sedang sesak napas dibawah sana, ya mau gimana lagi, sampe sekarang pun jangan kan melihat menyentuh aja rahma belum pernah.
" gini amat ya masih perjaka, minim ilmu minim pengetahuan, main terobos ntar hamil, bisa mati dibantai orang tua ku di desa " batin ku sambil membenarkan posisi kejantananku agar menghadap ke atas.
rahma melepaskan pelukan ku dan mulai menciumi seluruh wajahku, aku sangat senang dengan perlakuan rahma saat ini,
tapi aku sedikit terkejut dengan sentuhan tangan rahma yang mengarah ke kejantanan ku, "ma ,,, " ucap ku sambil melepas ciuman kami.
bukan nya menjawab rahma hanya menatap ku sayu seperti seorang wanita dewasa yang sudah diambil alih oleh nafsu, setelah diam beberapa detik ia langsung duduk dipangkuan ku dan membuat kami saling berhadapan.
aku yang sering melihat video p***o tentu tau dan paham apa yang rahma inginkan, tapi aku harus apa biar rahma berhenti, lagian aku juga menikmati nya.
aku pun akhirnya hanya pasrah dan mengikuti permainan rahma, dia kembali melumat bibir ku agresif sembari menggesekkan bokongnya maju mundur yang ntah kenapa memberikan sensasi yang nikmat, sungguh nikmat.
Nafas ku pun sudah mulai tak beraturan, ntah karna sudah sangat bernafsu atau sedikit khawatir dengan apa yang bakal kami lakukan.
ntah sejak kapan kami melepas celana dan hanya menyisakan celana dalam tipis yang menutupi kemaluan masing masing. aku pun mulai berani meremas b****g rahma yang montok dan kenyal, sembari memberi dorongan maju mundur agar bergesekan dengan kejantanan ku.
kami berdua benar-benar sudah dikuasai nafsu yang tak terbendung lagi, dengan satu tangan aku mengangkat sedikit b****g rahma agar bisa melepas celana dalamnya, setelah itu melepas celana dalamku.
kami berdua akhirnya benar-benar telanjang bulat tanpa sehelai benang pun, dengan nafas memburu tanpa berkata kata lagi aku langsung melumat bibir dan meremas p******a nya menggunakan kedua tangan ku.
setelah puas bermain di p******a rahma aku memberanikan diri memainkan lobang v****a rahma menggunakan satu jari menggesek gesekan nya sampai benar benar becek.
" Aaahhhh doo " , desah rahma
aku yang sudah nggak tahan lagi ingin memasuki rahma, mulai mengarahkan kejantanan ku ke lobang v****a nya, ku gesek gesek pelan sambil mencari posisi yang pas.
" MmmmHhhhh Aaahhhhh " desah rahma
" boleh ma ?" bisik ku ditelinga nya, " walaupun gak boleh pun bakal tetap aku gas, udah kepalang tanggung, k****l ku butuh makan, batinku dalam hati "
" he'eh " desah rahma yang sudah sangat sangat sayu namum sangat bernafsu
" pelan-pelan ya doo ,,, " ucap nya lagi.
dengan satu tangan aku mengangkat sedikit b****g rahma agar memberi ruang, tanganku yang satu nya lagi memegang k****l ku mengarahkan ke lobang v****a rahma.
" Aaahhhhh "
" Mmmmhhhhh Aaaahhhhh " hanya itu yang terucap dari bibir rahma.
perlahan pelan namun pasti k****l ku mulai memasuk i lobang v****a rahma.
" Awwwwhh Mmmhhhhh Awwww Ahhhh " desah rahma lagi menahan sakit tapi nikmat sambil memberikan cakaran-cakaran halus di punggung ku.
aku pun mencium bibir nya seakan memberi ketenangan, kalo ini gak sakit dan bakal enak,
ya seperti itu la kira kira maksud dari ciuman ku.
rahma merasa ada yang koyak dibagian dalam lobang v****a nya, rasa perih yang cukup kuat rahma rasakan di iringi dengan mengalir nya darah keperawan nya melumasi sekaligus memberi warna merah ke k****l ku.
setelah masuk sempurna aku merasakan kehangatan yang sangat nikmat dan susah kalo dijelaskan dengan kata kata.
" AaaaaaaaHhhhhhhhhh " desahan ku dan rahma pun serempak seakan sama sama merasakan enak dibawah sana.
beberapa menit kami berdua berdiam diri dengan posisi itu tanpa ada gerakan sedikitpun, sembari menikmati rasa yang mengalir ibarat sengatan listrik tapi nikmat.
lanjut next ya guys :) heheheh