Pemain

1104 Words
Layak nya sudah seperti sangat ahli dalam meng oral, rahma dengan lihai menjilat, mengemut b***************n ku, tak lupa buah zakar pun seolah habis di telan menggunakan mulut nya yang seksi itu, rahma meludahi kepala kejantanan ku dan mulai memasuk dan mengeluarkan nya secara ber irama ke dalam mulut nya. Aku yang mulai ter usik dengan kegiatan yang dilakukan rahma pun terbangun, bukan hanya aku tapi batang kejantanannya pun ikut terbangun mengacung tegak dan keras, seolah siap bertempur dengan nya. " ah eh yang, ngaappaainnn Aaahhh " desah ku yang belum sepenuh nya sadar. seolah terkejut tapi suka, aku yang baru bangun melihat dan merasakan batang k****l ku lagi didalam mulut rahma spontan membangkitkan nafsu birahi ku, aku pun merasa sangat beruntung punya pacar seperti rahma, udah cantik, baik, bodi bagus, p******a besar, plus sangek an, nikmat mana lagi yang aku dustakan. " ngghheemmuuttt kkhhoonntoll laaa yang " jawab rahma padahal batang k****l ku masih memenuhi rongga mulut nya. " Aaaaahhhhh yang " desah ku sambil menekan kepala nya agar k****l ku habis sempurna ditelan nya. Setelah merasa puas, aku pun langsung membawa rahma ke pelukan, sembari mencium dan melumat bibir nya, tak lupa juga tangan nakal ku meremas p******a nya yang kenyal walaupun masih menggunakan baju. aku pun mulai melepaskan satu persatu pakaian yang dikenakan rahma sampai tak tersisa sehelai benang pun. tak mau kalah dari service an yang diberikan nya tadi, aku mulai menghisap dan memilin milin p****g nya yang sudah mengeras dan tegak menantang. " Aaahhh terus do " desah rahma yang sudah dengan posisi pasrah dan menyerahkan seluruh kendali ke sang ahli. karna ingin memberikan kenikmatan yang lebih ke rahma, aku mulai menjilati dan memasuk kan satu jari ku ke va***a rahma dan mengocok nya dengan cepat. " aku yang sudah terbiasa menjilati v*****a rahma sudah hapal dengan aroma dan rasanya, aroma yang khas dan rasa nya sedikit asin tapi ntah kenapa kok enak nya nagih, batinku " " enak gak yang ", tanya ku usil, padahal aku pun tau pasti jawaban rahma. rahma yang sudah lemas dan hilang akal pun hanya mendesah. " ah pake nanya lagi, kalo gak enak ya gak bakal nagih la yang, batin rahma " " cepetan yang masukin " pinta rahma memelas karna sudah tak tahan lagi ingin merasakan batang k****l ku. batang ku yang sudah mengeras sejak tadi pun sudah nggak sabar lagi ingin merasakan kenikmatan lobang v****a pacarku, aku langsung berdiri memposisi kan agar batang k****l ku sejajar dengan v****a nya. sebelum memasuki nya, aku selalu menggesek gesek an nya dulu agar v****a rahma lebih becek sempurna, dengan sekali hentakan pelan dan akhirnya terjadi lah penyatuan yang penuh dengan desahan kami. " AaaaaaaHhhhhh yang ", desah rahma sambil meremas kain seprei kasurku. aku berpegangan di pinggul rahma agar bisa mempercepat dan memperdalam penyatuan kami. " Aaaahhhh kok bisa enak banget si yang p****k kamu nih, padahal udah sering tapi masih aja seret ", ucap ku pelan sambil terus memompa batang k****l ku. " memang kalo ng****t di pagi hari tu enak nya double, baru aja melek udah dikasih jatah, mana gratis lagi, batinku " cccepekkkk cccppekkk cpppeeekkk " aaahhh oooohhhh " " aaahhhhh aaahhhh aaaahhhh " " aaaaaaaahhhhhhhhh aaaakkuu mmaaauuu ppiippisss yang ", ucap rahma. " keluarin aja yang ", jawab ku sambil mempercepat gerakan supaya rahma mencapai pelepasan pertama nya. " Aaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhh " seluruh badan rahma pun bergetar hebat menandakan kalo dia sudah mencapai pelepasan nya. k****l ku yang masih ku benamkan di dalam v****a nya merasakan kalo ad cairan hangat yang menyembur di dalam. beberapa menit aku berdiam diri dengan posisi yang sama, memberikan rahma waktu menikmati masa masa pelepasan nya. " yang doggy style yuk ", ajakku yang ingin berganti gaya. rahma nggak menjawab tapi langsung membalik kan badan nya membuat aku tersenyum tipis. " memang pacar yang baik, gak pernah nolak kalo soal esek esek , batinku " bokong rahma yang seksi dan kenyal terpampang jelas di depan mataku. ya, tentu saja aku remas remas sambil terus memompa v****a nya yang di iringi desahan kami berdua. kadang aku menjambak rambutnya sambil melumat bibirnya yang terus mendesah desah. meremas p******a yang sintal dan kenyal, menampar b****g nya, menjilat kuping nya, semua aku lakuin demi kepuasan kami bersama. ha ha ha tapi yang selalu aku nggak mau lakuin tu ngeluarin sp***a aku di dalam v****a nya. seperti sekarang ini, " yang aku udah mau keluar nih " ucap ku yang sudah merasakan kalo k****l ku siap memuntahkan lahar nya. " di dalam ya yang " jawab rahma seakan memohon padaku, kalo dia menginginkan aku mengeluarkan di dalam v****a nya. seperti biasa, aku akan berpura pura gak denger, dan tetap mengeluarkan nya di luar, kadang di pusat, di p******a, di wajah, dan pernah sekali aku keluarin di dalam mulut nya. " Aaaaaaahhhhhhhhhh " desah ku langsung mencabut keluar dan menyemburkan nya di atas b****g rahma. kami pun ambruk lemas tak berdaya dengan posisi aku memeluk nya dari belakang. _____ _____ Sore hari pas pergantian shift sebelum aku berangkat ke kampus, kasir satu di tempatku bekerja menyetorkan uang penjualan padaku. " kak ido, ni uang hasil penjualan shift pagi ? ", kata ririn sambil menyerahkan uang yang sudah disusun rapi dan di ikat karet, sekaligus menandakan jam kerja nya sudah selesai. nah, karna kuliah ku yang jam masuk nya sore, jadi aku bisa sekalian bekerja part time agar bisa mendapatkan uang jajan lebih, karna kalo cuman mengandalkan dari kiriman orang tua, aku gak bisa dong ngajakin pacar aku jalan jalan ke mall. kurang lebih sudah 10 bulan aku bekerja disini, salah satu mini market yang sudah mempunyai banyak cabang, dan yang paling penting gak mengganggu kegiatan perkuliahanku, aku disini sebagai Acos atau biasa disebut asisten kepala toko, tugasnya ya yang memback up kalo kepala toko lagi gak ada. Balik lagi ke obrolan ku dan ririn. " iya rin ", jawabku sambil mengambil uang dari tangannya, " ada yang jemput apa kakak antar rin ? " tanyaku, karna memang biasa nya aku yang mengantar dia pulang dan memang searah dengan kampus ku. " kek biasa la kak he he he " jawab ririn sambil tersenyum manis padaku. " ya udah, tunggu bntr ya ", aku pun memasukkan uang penjualan ke dalam brangkas yang ada di office toko. Menurut penilaianku ririn gadis yang manis, kulitnya putih, badan nya juga bagus, apalagi kalo ngomongin p******a nya, uuuhhh besar guys, kalo dibayangin mungkin gak muat di genggaman tanganku, b****g nya juga montok, pokoknya mantep deh. kadang kalo lagi boncengin dia terasa banget di punggung tu p******a kenyal, pikiran kotor selalu mendominasi lah kalo dekat dia, maklum lah nama nya juga normal. lanjut next ya guys :)
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD