16. Hidup yang Lebih Ringan

1376 Words

Cici Freya dan Koko Reno datang siang hari setelah makan siang, mereka memang biasanya mengecek ke toko lain lebih dulu sebelum ke toko yang ini. Melihat Keizara yang sudah mulai bisa membuat nota membuat wanita bermata sipit dengan pipi chubby itu tersenyum lebar, lalu dia memanggil Resti ke ruangannya. Sementara Koko Reno seperti biasa, merokok di luar sambil melihat barang-barang di gudang. Biasanya dia bertanya pada Warto atau Dadan sang kernet. Ruang kerja milik Cici Freya dan Koko Reno memang tak terlalu besar, hanya empat kali empat meter, ada dua meja dengan dua komputer terpisah. Sofa panjang dan juga televisi yang ditempel di dinding. Televisi itu menyala menayangkan siaran berita siang. “Kamu sudah makan?” tanya Cici Freya. “Aku sudah tapi Keizara belum, aku sudah bilang mul

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD