"Ternyata yang namanya jatuh cinta itu, bisa sangat menyakitkan ya?" gumam Rendy dalam hatinya sambil mengamati Kinan.
"Kak? Ada apa kok lihatin aku begitu ada kotoran yang diwajahku?" tanya Kinan penasaran.
"Coba kamu lihat ke kamera ponselmu.." jawabnya sambil tertawa kecil sambil kembali menikmati makanan miliknya.
"Iihh kakak, kenapa gak bilang sih?" jawab Kinan kesal.
"Buat apa aku bilang kamu sudah melihatnya sendiri.." canda Rendy.
"Ya udah deh terserah kakak.." jawab kinan dengan sedikit kesal..
Hari itu menjadi hari yang menyenangkan bagi Rendy ditambah lagi, ia bisa melihat Kinan dengan segala kekonyolannya, hal itu akan menjadi kenangan tersendiri bagi Rendy.
Entah kapan ia akan kembali merasakan hari seperti ini setelah kepergian Kinan nanti. Bagi Rendy kehidupan ia sudah ada Kinan, namun sayangnya kehidupan itu hanya diciptakan dalam pikirannya saja, bukan di dunia yang nyata.
Mungkin ini sudah jalannya.
Kenyataannya malah, dunia Rendy itu membuat semua orang berpikir bahwa Rendy adalah orang terbodoh karena memilih untuk berdiam dikala ia harus mengungkapkan dan jujur pada rasa yang ia punya.
Dunia yang ditata sedemikian rupa perlahan mulai hancur satu per satu, apa lagi menghadapi kenyataan bahwa Kinan akan segera pergi.
Kesedihan seseorang pada akhirnya juga akan hadir cepat atau lambat, dan kesedihan itu telah hadir dalam diri Rendy.
Tidak ada yang lebih menyedihkan ketika kita harus melepas kepergian seseorang yang kita sayangi meskipun pada akhirnya kita tidak bisa bersamanya.