Malam ini, Kyana berkutat di dapur untuk menyiapkan masakan spesial untuk sang tuan rumah yang sebentar lagi pasti kembali ke istananya. Di belakangnya, dua juru masak terlihat tak tenang menunggunya. "Kalian istirahat saja, aku tak apa ditinggal," ucap gadis itu setelah menyadari kedua juru masak masih mengawasinya. "Nyonya, sebaiknya Nyonya yang istirahat karena tuan pasti akan marah besar pada kami kalau tahu kami membiarkan Nyonya masak sendiri seperti ini," ucap salah satunya. "Iya, Nyonya. Tolonglah kami, kami tidak ingin kehilangan pekerjaan kami..." "Tenanglah, aku yakin Zeen tak akan melakukan hal itu pada kalian. Aku akan menjelaskan padanya kalau aku yang memang ingin masak masakan spesial untuk tuan rumah." Kyana tersenyum manis. Dari kejauhan, seseorang mendengar ucapann

