Episode 82

1146 Words

"Bibi, kenapa Bibi melamun?" Catherine menyentuh bahu Yasmine dengan lembut setelah menyadari wanita di sampingnya itu terdiam memandang kosong ke depan. "Ah, tidak, Nak. Bibi hanya ingat Kya dan Dika," balasnya sembari menghembuskan napas berat. Catherine dan Erik saling tatap sebentar. Lalu, Catherine melepaskan sendok yang ia pegang kemudian menggenggam tangan wanita paruh baya itu. "Bibi tenanglah, jangan sedih, Bi. Cepat atau lambat, Kya pasti akan kembali ke tengah-tengah kita, dia akan kembali menjadi anak yang sayang pada ibunya," hiburan Catherine meski ia sendiri tak tahu kapan hal itu terjadi karena sahabatnya itu cukup keras kepala. Tak salah selama ini dia kerap kali memanggil Kyana dengan sebutan kepala batu. Yasmine menarik ujung bibirnya, tangannya yang masih dingin kar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD