"Papi, papi udah meninggal, dek. Setahun setelah kalian pergi, papi juga ninggalin aku." DEG Kaki Gustav terasa lemas seketika dan ia limbung ke belakang dengan tatapan mata yang kosong. Untung saja teman wanitanya tadi dengan segera menahan tubuh Gustav sehingga ia tak sampai terjatuh. Juna yang melihat hal itu langsung meraih lengan adiknya dan membawa pria dua puluh tiga tahun tersebut duduk di kursi depan kabin. Setelah kedua bersaudara itu duduk dengan nyaman, kedua perempuan yang tak lain adalah Ara serta teman Gustav memilih untuk meninggalkan kakak beradik tersebut. Sepertinya akan banyak hal yang harus mereka ceritakan satu sama lain. "Papi." gumam Gustav kemudian dengan lirih. "Aku gak punya informasi kontak mami, jadi tidak bisa memberitahunya." Juna kembali melanjutkan uca

