"Apa non Ara punya waktu luang? Tuan dan nyonya ingin ketemu, Non." Ara semakin bingung. "Tuan dan nyonya siapa?" "Eyang Non Ara, tuan Sasmita Sagara dan nyonya Wulan." "Bella, lo-" "Maaf saya sibuk," ujar Ara singkat. Ia juga memalingkan pandangannya kearah lain. "Kalau mereka tetap memaksa, suruh minta izin dulu ke ayah saya." "Tapi non, tuan sama nyonya sudah menunggu non Ara di mobil. Jauh-jauh dari Solo, loh, Non," pria paruh baya itu memohon. "Yang butuh siapa? Kenapa saya yang harus kesana?" Mood Ara benar-benar langsung turun dan Juna pun menyadarinya. "Bell, jangan kasar gitu sama yang lebih tua," bisik Juna mengingatkan. "Mas Juna gak usah ikut campur, ya! Ini diluar kapasitasnya Mas," tegas Ara tak ingin dibantah. Juna cukup terkejut dengan jawaban itu. Selama ia mengen

