“Aku tidak peduli! Cepat tarik dia dan bawa dia pergi dari sini! Aku tidak mau tahu, yang penting aku tidak mau melihat wajah joroknya! Dia sudah mengotori pakaianku!” Darius mendengus kesal. Namun tak ada seorangpun yang berani bergerak untuk menarik Scarlet dari sisi Darius.
Selain mereka merasa kasihan pada Scarlet, mereka juga takut jika Hector Fergus akan marah atas sikap mereka.
"Tuan Darius, menurut pendapat saya, sebaiknya kita harus menahan Nona Scarlet di sini untuk saat ini." ucap kepala pelayan itu sambil menatap wajah majikannya untuk melihat ekspresinya.
Begitu kepala pelayan berbicara, Scarlet tiba-tiba berhenti membuat keributan dan menganggukkan kepalanya dengan sangat cepat. “Iya….iya…..benar itu sayang. Aku akan tetap disini merawatmu!”
“Aku tidak perlu dirawat! Kau yang sakit jiwa, kau yang harusnya dirawat!” teriak Darius marah. Kata-kata Darius sangat kasar dan dia tidak peduli jika perkataannya menyakiti hati Scarlet.
“Hehe…..sayang, jangan marah ya. Nanti urat syarafnya putus jadinya sayang dirawat! Tapi tidak apa-apa kalau sayangku dirawat, aku akan menjagamu.” Scarlet mengerjap-ngerjapkan matanya.
Kulit kepala Darius mati rasa dan rahangnya mengeras karena kesal. Begitu Scarlet melepaskan lengannya, Darius segera melepas jasnya dan melemparkannya ke tumpukan cucian.
Dia mengangkat tangannya dan melonggarkan dasinya. Tatapan matanya tajam dan memerah dengan rahang mengeras, dia menyukai kebersihan dan apa yang dilakukan Scarlet barusan membuatnya marah.
Sungguh berani wanita itu mengelap airmata dan ingusnya di jas mahal miliknya begitu saja. Apa wanita itu tidak tahu berapa harga jas yang dipakainya? Darius tidak bisa mentolerir sikap bodoh dan gila wanita yang kini sudah jadi istrinya.
Menilai dari perilaku gila dan tak terduga Scarlet, Darius punya perasaan bahwa dia mungkin melakukan sesuatu yang lebih keterlaluan.
"Awasi dia. Tanpa izinku, dia tidak boleh meninggalkan vila. Ingat! Jangan sampai lengah!" perintah Darius pada kepala pelayannya dengan tegas dan penuh penekanan.
‘Wanita gila ini bisa membuatku malu dan kehilangan muka jika sampai ada yang tahu kalau dia adalah istriku! Apa kata orang jika mereka tahu seorang pebisnis hebat sepertiku punya istri bodoh?’ bisik hatinya.
Setelah mengatakan ini, Darius dengan cepat berjalan ke beranda tanpa menoleh lagi, dan membanting pintu di belakangnya hingga tertutup dengan keras. Darius pergi seolah-olah ada beberapa binatang buas yang sedang mengejarnya. Melihat bagaimana Darius pergi dengan tergesa-gesa membuat sudut bibir Scarlet menekuk.
Kepala pelayan berpikir bahwa dia melihat sesuatu dan dia pun memikirkan sesuatu.
"Nona Scarlet, tolong ikuti saya ke lantai atas, saya akan membawamu ke kamar Anda untuk beristirahat!" Kepala pelayan itu berkata dengan lembut.
"Oke!" Scarlet bangkit dari lantai. Melirik permen lolipop lengket di tangannya, dia memasukkannya ke mulutnya dan menjilatnya. Rasanya cukup manis seperti strawberry dan dia menyukainya.
Dia mengikuti kepala pelayan ke lantai dua, Scarlet masuk kedalam kamar tidur yang ditunjukkan oleh kepala pelayan, setelah meletakkan tasnya dia lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, dan mengenakan piyama sutranya.
Ia melihat bayangannya sendiri di cermin. Dia tidak memakai riasan dan ada dua bekas luka tipis di dahinya. Scarlet menyentuhnya dan meringis kesakitan. Sudah tiga tahun berlalu. Sudah tiga tahun penuh sejak seseorang mendorongnya dari tebing.
Berkat bantuan dokter yang sangat terampil, dia selamat. Selama tiga tahun terakhir, dia memusatkan seluruh perhatiannya untuk belajar medis. Scarlet bertanya-tanya seperti apa ekspresi Cindy Alodie, jika wanita iblis itu tahu bahwa dia masih hidup dan menikah dengan Darius?
Cukup lama Scarlet memandangi wajahnya didepan cermin. Benaknya dipenuhi berbagai macam pikiran, kejadian-kejadian dimasa lalu dan apa yang ingin dilakukannya di masa depan. Kini dia bukan lagi Scarlet yang dulu, dia bukan lagi wanita lemah tapi Scarlet yang sekarang adalah wanita yang kuat meskipun dia terlihat bodoh saat ini.
‘Apa kabarnya wanita iblis itu sekarang? Kehidupan seperti apa yang dimilikinya selama tiga tahun ini? Aku sudah tidak sabar ingin melihatnya! Seperti apa wanita iblis itu sekarang ya?’ gumam hati Scarlet.
Selama beberapa hari berikutnya, Darius tidak pernah kembali ke vila. Semua pelayan di vila tidak menyukai Scarlet karena caranya yang konyol dan sangat bodoh. Tapi tidak ada yang berani melakukan apapun padanya karena Tuan Hector telah menginstruksikan mereka untuk merawatnya. Mereka pun hanya bisa mengumpat dan memaki Scarlet dibelakangnya.
"Nona Scarlet, hari ini adalah acara pesta ulang tahun ke-80 Tuan Hector. Acaranya akan diadakan di Orchid Hall of Chateau Hotel malam ini. Jadwal Anda tertulis di sini." ujar kepala pelayan itu menjelaskan.
Pagi-pagi sekali kepala pelayan sudah mengetuk pintu kamar Scarlet cukup awal dan menunjukkan kepada Scarlet jadwalnya di iPad.
Jari-jari Scarlet mengetuk tablet secara acak, tapi dia ingat setiap detailnya. Pada pukul dua siang, Scarlet harus sudah berada di butik untuk mengukur gaun yang akan dipakainya diacara pesta ulang tahun nanti. Pukul lima, dia akan dijemput dan diantarkan ke Hotel Chateau dengan mobil lain. Pesta secara resmi akan dimulai pukul setengah enam sore…....
"Baiklah, kedengarannya menyenangkan! Aku akan bersenang-senang dipesta nanti." Scarlet sangat senang sampai dia tidak bisa berhenti tersenyum saat dia menelusuri jadwal. Namun, dia tidak sengaja membuka album foto tersebut.
Dalam foto tersebut terlihat Darius mengenakan setelan jas mahalnya, dan seorang wanita cantik sedang memegangi lengannya. Jelas bahwa hubungan mereka tidak biasa. Scarlet mengeryitkan matanya saat melihat wajah orang yang ada di foto itu.
Kepala pelayan itu panik dan dengan cepat merebut tablet itu, tapi Scarlet masih melihat foto itu. Dia segera mengerti apa yang sedang terjadi, tapi dia tetap berpura-pura bodoh.
"Siapa itu? Dia sangat cantik. Apakah dia ibu tiri Darius?" tanya Scarlet.
"Ehmmm….." kepala pelayan itu tidak tahu harus mengatakan apa. Kepala pelayan hampir tersedak ludahnya sendiri. Ketika dia sadar, dia merasa sedikit malu.
"Ya, benar Nona Scarlet, mobil yang akan mengantarkan anda sudah menunggu di bawah. Silakan turun setelah makan siang!" ujar kepala pelayan itu lagi berusaha mengalihkan pembicaraan.
Dia terlihat gugup dan merasa tak nyaman dengan pertanyaan yang diajukan Scarlet barusan. Lalu dia pun segera pergi. Saat dia berbalik, kepala pelayan menyeka keringat dari wajahnya.
Kemudian dia berpikir, "Ngomong-ngomong, Nona Scarlet kan bodoh. Apa yang perlu ditakuti? Ah....aku terlalu banyak berpikir! Wanita seperti itu tidak akan mengerti apa-apa. Aku tidak perlu khawatir."
Scarlet menyipitkan matanya, dia mempunyai pendengaran yang tajam dan masih bisa mendengar gumaman kepala pelayan itu meskipun bicara sangat pelan......Dia tidak akan salah mengenali wanita yang ada di foto itu dengan orang lain. Wanita di foto itu adalah Cindy Alodie. Sepertinya takdir membuat mereka akan segera bertemu lagi.
‘Ehm……sepertinya Cindy mungkin akan hadir diacara malam ini! Aha! Betapa beruntungnya aku, aku baru saja menikahi Darius dan sekarang aku akan bertemu dengan wanita iblis itu! Ternyata langit dan bumi mendukungku kali ini, mari kita lihat seperti apa reaksi Cindy nanti saat dia melihatku. Aku akan pastikan di acara malam ini aku tampil cantik dan memukau!’
Scarlet tersenyum dan mulai menyusun rencana yang akan dijalankannya malam ini. ‘Darius pasti tidak akan menyangka kalau aku hadir diacara malam ini. Huh! Hanya karena aku perempuan bodoh, dia tidak mau menerimaku!’ keluhnya.