Sepeninggal Vincent, Sasi langsung berjalan menuju rak buku dan mulai melihat-lihat koleksi buku disana. Hampir semuanya buku bertema ekonomi dan leadership. Sasi memilih sebuah buku yang menarik perhatiannya. a sense of urgency karya john p.kotter. Baru membaca sekilas, Sasi meletakkan kembali ditempat semula. Sejauh ini, sampai menginjak usia tiga puluh dua menjelang tiga puluh tiga tahun, Sasi belum tertarik untuk menjadi pemimpin sebuah tim apalagi badan usaha. Sasi tidak punya ambisi berlebih dalam hidupnya. Punya pekerjaan tetap sudah cukup baginya. Sasi menyukai rutinitas hariannya yang tidak selalu berada dalam tekanan. Apa yang dilakukannya dalam pekerjaan serta gaji yang diterimanya sudah lebih dari cukup. Memang Sasi dasarnya tidak mau dalam bekerja dan berfikir jadi terlalu

