Bab Empat Puluh Tujuh

460 Words

Hingga keesokan harinya Sasi masih mendiamkan Vincent. Hanya saat sarapan bersama keluarganya dan juga keluarga inti Adjani saja, Sasi terlihat sedikit melunak pada suaminya itu, selebihnya Sasi benar- benar menganggap Vincent seolah tidak kasat mata. Hal itu tentu saja disadari oleh Damar. Kakaknya pasti bukan hanya sedang marah pada Vincent saja, besar kemungkinan pada dirinya juga. Selama perjalanan pulang pun sama saja. Hanya keheningan yang menemani keduanya. Sasi bahkan memilih memejamkan matanya daripada berbicara dengan Vincent yang duduk disampingnya. Melihat Sasi memejamkan matanya, Vincentpun melakukan hal yang sama namun sebelumnya tidak lupa ia melabuhkan ciuman dikepala Sasi. Perjalanan mereka masih cukup lama jadi lebih baik dirinya ikutan tidur juga. Sasi yang tidak

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD