Bab Dua Puluh Delapan

988 Words

Akhirnya Sasi terpaksa izin juga lewat Titin, teman kantornya dan disinilah ia sekarang, berada didalam mobil Vincent menuju kantor pria yang berstatus suaminya tersebut. " Apa tidak lebih baik kalau aku pulang saja?... maksudku pulang kerumah orang tuaku lagi. Nanti sore baru aku pulang ke Central." kata Sasi pada Vincent yang sejak tadi diam dan seolah fokus pada lalu lintas didepannya. " Kenapa?." " Aku nggak mau gangguin kamu kerja." jawab Sasi mencoba meyakinkan Vincent kalau mengajaknya ke kantor pria itu bukanlah ide yang tepat. " Aku juga mau istirahat seperti saran Mama." " Dikantor nanti kamu juga bisa istirahat." " Mana bisa begitu." " Ada kamar tidur diruanganku." Tidak heran. Sudah biasa ada tempat semacam itu di kantor para petinggi perusahaan. Tapi biasanya kan temp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD