Resign

2014 Words

Revita meremas pakaiannya dengan erat. Keringatnya terus turun dengan deras, padahal ia kini berada di ruangan ber-AC. Namun, rasanya panas sekali. Sedari tadi, anak itu terlihat tak tenang. Isi kepalanya berputar tidak keruan. Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Wajahnya kian pucat pasi kala Bu Anita menatap dirinya beserta Putri yang seolah-olah siap menerkamnya saat ini juga. "Saya benar-benar tidak habis pikir dengan kelakuan kalian!" Hening melanda kala Bu Anita membuka suara dengan lantang. Bahkan kedua anak remaja itu sempat menahan napasnya. Kini hanya terdengar suara AC dengan detikan jarum jam saat Bu Anita menjeda ucapannya. "Tujuh tahun lamanya saya memegang penuh Kafe Kejora, baru kali ini saya mendengar tindakan memalukan!" "Kalian pikir ini warung kopi hingg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD