Keesokan paginya, Revita terbangun terlebih dahulu. Kepalanya sudah menyembul keluar dari dalam selimut. Bibirnya tersenyum simpul. Sedang tangan kanannya mulai mengusap perut ratanya. Hal pertama yang selalu ia lakukan selepas bercinta. Bibir bawah Revita sedikit maju ke depan melihat tubuh suaminya kini memunggungi dirinya. Sedikit sedih. Tapi tidak apa-apa. Revita tahu pasti Vano sangat lelah. Revita pun bangkit untuk segera membersihkan diri dan tidak lupa untuk keramas. Selepas itu, Revita pergi untuk berkutat di dapur. Memasak sisa bahan yang ada di dalam kulkas. Walaupun menahan rasa pegal-pegal yang meremukkan tulang-tulangnya. Jika sudah seperti ini, Vano bangunnya pasti kesiangan. Selesai berkutat di dapur, Revita langsung memutuskan untuk menyapu rumah, kemudian memasukkan pa

