Canberra

2621 Words

Burung besi itu mendarat sempurna di Bandar Udara Canberra. Sepasang suami istri itu kini menunggu pada lokasi penjemputan sesuai arahan Heri. Sedari keberangkatan hingga sekarang, Revita tak kunjung juga mengeluarkan suaranya. Kedua tangannya justru mencengkeram erat dorongan koper. Memalingkan kepala menatap banyaknya manusia di sekitar rest area. Membiarkan angin dingin sedikit panas itu menyapu lancang wajahnya. Hatinya benar-benar hancur. Semua objek di hadapannya bahkan tampak redup dan abu-abu. Kepala Revita terangkat kala Vano berdiri dari tempatnya. Tatapan Revita langsung terjatuh pada seorang pria dewasa bertubuh tinggi dan sedikit gemuk, dengan rambut bewarna pirang tipis jarang-jarang menghiasi kepalanya. Yang Revita tahu, pria itu adalah adik kandung papanya Vano. Orang yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD