Hari demi hari berlalu. Bulan demi bulan telah Revita lewati. Kini, kandungannya sudah menyentuh bulan ke sembilan. Di mana saat yang ia tunggu-tunggu akan segera tiba. Setelah merasakan kontraksi yang sangat menyakitkan, saat ini Revita telah berada di ruang persalinan. Dia ingin melahirkan dengan cara normal. Air mata Revita tak terbendung lagi saat rasa sakit luar biasa seolah meremukkan tulang-tulangnya. Vano menggenggam erat tangan kanan Revita yang teramat dingin. Laki-laki itu terus berdoa dan memohon kepada sang Maha Kuasa untuk menyelamatkan bayi dan istrinya. Tangis Vano tak kalah pecah mendengar teriakan Revita yang begitu menyakitkan di telinga. Bibir Vano tak henti-hentinya untuk bersolawat. Sebelah tangannya terus mengusap kepala Revita. Jujur dia tidak kuat berada di dala
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


