M.A.B (67)

1703 Words

Dilara sedang duduk di kursi yang berada di halaman belakang, angin malam yang tidak terlalu dingin menemani lamunannya tentang hubungan Barra dan Belvina. Sebagai seorang ibu, tentunya Dilara merasa khawatir akan kedekatan Belvina kepada anaknya, ia takut kalau Belvina hanya ingin memanfaatkan harta Barra saja dan menggunakan anaknya itu agar mendapat tempat spesial di kantor.   Dilara ingin sekali memisahkan Barra dan Belvina dengan segera tetapi nampaknya hal ini tidak terlalu mudah mengingat Barra bersikeras ingin mempertahankan wanita itu. Satu hal yang paling Dilara takutkan adalah hubungan Barra ketahuan oleh Yazid dan itu akan membuat suaminya marah bahkan dia tidak akan segan untuk melakukan sesuatu yang buruk kepada Barra, anaknya sendiri.   “ Mamah? “ Alcira duduk disebelah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD