Sepanjang perjalanan menuju rumah Belvina, keadaan di dalam mobil Barra hening tak ada sepatah kata pun yang keluar selain mata Barra yang hanya bisa mencuri – curi pandangan untuk menatap Belvina. Perlahan tangan Barra bergerak untuk mengusap kepala Belvina tetapi langsung ditepis oleh gadis itu. “ Gak usah pegang – pegang! “ Tolak Belvina, ia langsung membenarkan duduknya sedikit membelakangi Barra dan memilih untuk menatap ke arah jendela. “ Mau makan dulu atau—“ “ Langsung pulang! “ Belum selesai Barra bicara, Belvina memotong ucapan lelaki itu karena dia tidak ingin berlama – lama dengan Barra, jadi ia memutuskan untuk pulang ke rumah tanpa mampir ketempat lain. “ Oke. “ Barra juga tak mau memaksa Belvina karena sepertinya apapun yang akan dia tawarkan untuk saat ini p

