M.A.B (61)

1726 Words

Sepanjang perjalanan menuju rumah Belvina, keadaan di dalam mobil Barra hening tak ada sepatah kata pun yang keluar selain mata Barra yang hanya bisa mencuri – curi pandangan untuk menatap Belvina. Perlahan tangan Barra bergerak untuk mengusap kepala Belvina tetapi langsung ditepis oleh gadis itu.   “ Gak usah pegang – pegang! “ Tolak Belvina, ia langsung membenarkan duduknya sedikit membelakangi Barra dan memilih untuk menatap ke arah jendela.   “ Mau makan dulu atau—“   “ Langsung pulang! “ Belum selesai Barra bicara, Belvina memotong ucapan lelaki itu karena dia tidak ingin berlama – lama dengan Barra, jadi ia memutuskan untuk pulang ke rumah tanpa mampir ketempat lain.   “ Oke. “ Barra juga tak mau memaksa Belvina karena sepertinya apapun yang akan dia tawarkan untuk saat ini p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD