M.A.B (53)

2919 Words

Asri memperhatikan anak gadisnya yang sejak tadi terlihat begitu gelisah, ia mendekati Belvina lalu duduk disebelahnya. Asri pandangi jari telunjuk Belvina yang tak berhenti mengetuk – ngetuk meja dengan mata yang bergerak ke kanan dan ke kiri seperti sedang berfikir.   Tangan Asri bergerak menahan jari Belvina agar berhenti mengetuk – ngetuk meja, lalu Asri bertanya kepada putrinya itu. “ Ada apa, belvi? “   “ Ibu? “ Belvina baru tersadar kalau ada ibunya sejak tadi disebelahnya.   “ Kamu kenapa? ibu lihat seperti sedang memikirkan sesuatu? “ tanya Asri lagi.   “ Um…..”   “ Kamu mau ngomong apa? bilang saja, belvi. “   Mulut Belvina sudah terbuka tetapi bibirnya kelu tak bisa berkata – kata karena dia bingung ingin bicara apa.   “ Barra? “ tebak Asri tepat sasaran. Sudah dib

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD