Bab 17

1127 Words

Pagi-pagi sekali, ART yang sering membantu membersihkan rumah sudah datang dan menyiapkan sarapan. Tugas yang sempat kukerjakan dulu, berganti posisi, kini aku menjadi nyonya di rumah ini dan mungkin ... di hati Dimas juga. Kejadian semalam justru membuatku merasa canggung terhadap Dimas. Di sisi lain, aku pun memikirkan perasaan Sherly. Hal yang kulakukan pagi ini adalah duduk di meja makan sambil menikmati segelas s**u hangat dan sepotong roti panggang. Dimas menyusul, laki-laki itu duduk di hadapanku. Seperti biasanya, hening menyelimuti keadaan. Kami hanya bisa saling pandang dalam kebingungan. Dimas tak mengatakan sepatah kata phn selama beberapa menit ke depan. Dia malah memainkan sendok dan garpu yang ada dalam genggaman. "Mas ...." "Kasih, aku ingin minta maaf ... untuk semua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD