“Sayang kalian sudah sampai?” Ilona tersenyum simpul pada Mrs. Dalbert. Ibu kandung Edward. “Ayo duduk kenapa masih di depan pintu?” Ilona memeluk Mrs. Dalbert, lalu merangkul pinggang sang calon ibu mertua. “Bagaimana kabar Mommy? Maaf ya kami terlambat, kami baru saja pulang dari konsultan pernikahan.” Suara desisan terdengar di belakang telinga Ilona. “Cih. Untuk apa ke konsultan pernikahan? Ahh... aku tahu, ini tuh memang resiko menikah dengan anak kemarin sore. Edward... kamu itu seperti tidak memiliki pilihan lain saja, perempuan yang mau denganmu banyak. Contohlah Liora, dia sudah dewasa, penghasilan punya, dia juga sudah matang secara usia.” Ilona menatap Mrs. Dalbert ketika merasakan tangan sang ibu mertua mengepal. Ia kemudian tersenyum seraya menggeleng kecil. mencegah Mrs. D

