Ilona tidak pernah merasa paginya akan seindah hari ini. Terbangun dalam pelukan Edward, menatap wajah tampan itu begitu membuka mata. Hatinya menghangat, senyumannya mulai terbentul. Pipinya perlahan bersemu. Apa begini rasanya memiliki pasangan? Mungkinkah ini yang dirasakan pasangan yang sudah menikah? Tangan Ilona terulur, membelai wajah Edward, menyusuri setiap lekuk wajah itu dengan ujung jemarinya. Alis berbentuk tebal, bulu mata lentik, hidung runcing, bibir penuh, dagu yang lancip. Terlihat begitu indah ... sempurna. Sepertinya Tuhan menciptakan Edward sambil tersenyum penuh kebahagiaan, terlihat dari semua kesempurnaan yang pria itu miliki. Cup! Ilona tersenyum saat telapak tangannya mendadak dikecup. Iris matanya pun kini bertemu, saling bersitatap beberapa saat

