Chapter 40

2214 Words

“Hati-hati ya, Bram.” Vani mengucapkannya dengan sangat tulus. Lelaki itu menganggukkan kepalanya kemudian membunyikan klakson. Mobil Bram kemudian berlalu meninggalkan pekarangan rumah Vani. Vani menatap buket yang ia bawa kemudian dirinya tersenyum menatap buket tersebut. Gadis itu menghela napasnya kemudian melangkah memasuki rumah. Membuka pintu dengan satu tangannya kemudian kembali menutup pintu tersebut. Vani lantas membalikkan tubuhnya dan merasa sangat terkejut. “Devan!”   Adiknya itu berdiri tepat di belakang dirinya. Tengah mengamati dengan pandangan penuh selidik. Terutama kepada buket bunga yang dibawa oleh Vani.   “Bram mana?” tanya lelaki itu. “Udah pulang.” “Nggak mampir?”   Devan sepertinya sudah menanti kedatangan Vani sejak tadi.   “Kenapa, Van?”   De

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD