Suasana hati Mas Sabil sudah membaik, Mina masih memiliki tanggung jawab sebagai istri sebelum ketuk palu itu dilakukan dia kembali menekan kembali hatinya untuk sedikit bersabar. Tadi dia menenangkan dan memberi semangat kepada suaminya. "Cup" Kecupan itu mampir di keningnya Mina. "Terima kasih sayang." "Iya hati-hati di jalan Mas." "Iya sayang." Terlihat Mas Sabil ke kantor dengan wajah yang tidak tegang lagi. Mina menaiki tangga menuju ke kamarnya dia ingin mencari tahu dari Jihan apa yang terjadi di perusahaan Mas Sabil. Mina sampai kaget doanya langsung di ijabah sama Tuhan, "kok bisa perusahaan Mas Sabil di batalkan kerja samanya wow saya tidak harus berkerja keras dalam hal ini. Disaat Mina ingin menghubungkan Jihan tiba-tiba suara ketukan pintu kamarnya dari luar. Tok.. Tok

