Hari ini menjadi hari yang bahagia untuk Mina. Seolah langit pun tahu hati Mina sedang bahagia dia memancarkan sinar cerahnya yang di lukis awan yang indah. Rasanya seperti setiap helai napas yang ia tarik dipenuhi dengan rasa syukur. Langkah kaki Mina terhenti di taman rumah sakit yang tenang, Bangku-bangku besi yang sunyi, aroma dedaunan basah, semua menjadi saksi bisu atas puncak eforia yang memancar darinya. Ia tidak lagi mampu menahan gejolak rasa yang meluap dalam dadanya kebahagiaan itu terlalu besar untuk ditampung sendirian di dalam d**a. Perlahan, Mina mengadah kepalanya ke atas, membiarkan wajahnya menerpa cahayanya dan senyumannya merekah. Itu bukan senyum biasa yang selalu Mina paksakan akhirat-akhir ini tapi senyum itu adalah senyum penuh kemenangan dan penerimaan. Matanya

