Chapter 29 Zahra tertunduk, wajahnya sudah sangat merona menahan malu. Cristian meraih tangan kanannya dan menyematkan sebuah cincin bermata berlian yang lumayan besar. Suara tepuk tangan kembali terdengar riuh. "Saya minta maa,f Ra, karena tidak bersikap romantis seperti pria-pria di luar sana.” Zahra hanya mencebikkan bibirny, mendengar pengakuan Cristian. "Have i mentioned today how lucky i am to be in love with you," kata Cristian sembari menatap wajah Zahra dengan intens. "I wish i could turn back the clock, i find you sooner and love you longer." Suara seruan huuuuu terdengar kembali semakin riuh. "Thinking of you keeps me awake, dreaming of you keeps me asleep, being with you keeps me alive." Zahra melongo mendengar ucapan demi ucapan Cristian. "Kamu kok jadi lebay kayak ora

