Chapter 47

1188 Words

Chapter 47 Cristian mengacuhkan pertanyaannya, dia segera berdiri dan menyalami Tuan Wijaya. "Apa kabar, Pah?" "Papa baik, bagaimana kabarmu? O iya, apa adikmu sudah sembuh?" "Alhamdulillah baik juga, Pah, Archie juga baik, besok sudah boleh pulang ke rumah katanya," "Hmm, untunglah, adikmu tidak terluka parah," "Iya, Pah." "Kalian membicarakan apa tadi?" Tuan Wijaya menatap istrinya dan juga Cristian, bergantian. "Kita ngobrol nanti saja Pah, lebih baik makan dulu, sudah lama kan, kita tidak makan sama-sama." Zahra menatap wajah Cristian, yang entah kenapa sedari tadi senyam-senyum sendiri. "Mama masak apa?" "Mama cuma tumis kangkung, masak tongkol pedas kesukaan kamu, ada ikan bawal goreng." "Itu banyak, Mama gak capek masak sendiri?" "Papa kamu mana mau makan kalau bukan Ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD