“Waah ... udah di anterin bunganya, Emm?” sapa Kai yang keluar dari rumahnya saat dia melihat ada mobil berisi tanaman di depan rumah Emma. “Eh iya, Mas. Ya ampun bagus-bagusnya. Aku seneng banget, Mas,” jawab Emma dengan mata berbinar. Emma menatap Kai. “Makasih banyak ya, Mas. Kalo gak ada kamu dan temen kamu, pasti aku gak akan bisa dapet bunga-bunga ini.” Kai tersenyum. “Sama-sama. Tapi beneran dirawat ya. Jangan sampe sia-sia yang ngasih.” “Pasti, Mas. Bakalan aku rawat baik-baik.” “Mbak Emma. Aduh itu bunganya bagus banget,” sahut Bu Dian yang ikut keluar rumah melihat tanaman baru Emma. “Iya Bu, baru beli kemaren di pameran. Mas, yang besar itu tolong sekalian masukin sini ya. Bentar ya, Mas.” Emma berpamitan pada Kai, karena dia ingin menunjukkan tempat di mana para pekerja

