“Kenapa, Mas? Ada masalah?” tanya Emma saat dia menatap perubahan wajah Kai. “Oh gak kok. Biasalah, iklan penipu. Yuk jalan,” ucap Kai yang segera memasukkan ponselnya lagi ke saku celananya. Kai tidak merespons pesan dari mamanya. Dia tidak ingin mood-nya rusah hanya karena sebuah foto. Tadi Mega, mama Kai mengirim foto seorang wanita yang akan dijodohkan pada Kai. Padahal sebelum kabur Kai sudah menolak satu wanita yang disodorkan. Tapi sekarang ada sosok baru yang ditawarkan. Emma dan Kai masuk ke dalam mobil. Kai langsung melajukan mobilnya lagi menuju ke rumah mereka. Emma melihat sebuah undangan di samping kursinya. Dia mengambil undangan itu dan tersenyum setelah membacanya. Kai melirik Emma dari ekor matanya sebentar. “Kamu suka bunga ya. Cocok itu buat kamu,” ucap Kai yang t

