“Loh Mas, kok mobilnya ganti?” tanya Emma saat dia melihat mobil yang parkir di depan rumah Kai berbeda dari biasanya. “Iya. Pake punya temen,” jawab Kai santai dengan senyum indahnya. “Punya temen Mas yang tadi nginep ya?” “Iya. Udah siap? Takut makin macet jalannya. Weekend soalnya,” ucap Kai mengajak Emma segera berangkat. “Udah kok, Mas. Yuk, jalan.” Emma mengunci gerbang pagar rumahnya. Dia melihat dulu di pintu rumahnya, lebih meyakinkan lagi kalau sudah terkunci sempurna. Emma menaiki mobil SUV mahal yang bahkan harganya jauh lebih mahal dari milik suaminya. Agak canggung, karena takut lecet. Saat memasang sabuk pengamannya, Emma melihat ke arah Kai. Kaos dan jaket serta celana kain yang dipakai pria itu, semua terlihat mahal dan sangat pantas dipakai Kai. Kacamata hitam yan

