19. Diskon

1434 Words

“Mati aku. Kenapa dia di sini,” gumam Kai sambil mencoba mencari tempat untuk bersembunyi. “Pak Ka—“ “Eeh ... Pak Rian. Kita ketemu di sini ternyata,” ucap Kai yang langsung mendatangi Rian dan menjabat tangan pria itu. Bukan sekedar jabatan tangan biasa, tapi lebih mirip ke remasan kuat. “Ack, Pak. Sa—“ “Diem!” ucap Kai tanpa menggerakkan bibirnya. Mendengar Kai menyapa seseorang, Emma pun melihat ke arah Kai. Dia melihat pria yang mengantarnya itu sedang bersama dengan seorang pria yang belum pernah dia temui. Kai berusaha terlihat akrab saat dia melihat Emma. Senyumnya sangat lebar, karena dia tidak ingin membuat Emma curiga. Justru Rian yang kaget melihat Kai bisa senyum selebar itu. Tiga tahun mengabdi di samping Kai, dia belum pernah melihat Kai senyum selebar ini pada seoran

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD