# Ranya perlahan menguap. Kepalanya terasa berat saat akhirnya dia berhasil mengangkat tangannya dan meraba-raba nakas di samping tempat tidurnya mencari-cari ponselnya. Saat akhirnya dia berhasil menemukan benda pipih itu, dia berusaha mengambilnya. "Aduh!" Ranya mengaduh pelan merasakan sensasi rasa sakit di telapak tangan dan jarinya. Dia membuka mata dan tertegun melihat tangannya dan jarinya yang dibalut perban. "Apa yang terjadi?" Ranya kebingungan. Dia mencoba mencari-cari dalam ingatannya apa yang sebenarnya terjadi tapi dia tidak bisa mengingat apa pun yang terkait dengan luka di tangannya. "Lalu ini dimana?" Saat yang sama, Ranya juga baru menyadari kalau ternyata tempat tidur dan kamar yang ditempatinya sama sekali tidak terasa familiar. Satu-satunya yang dia ingat adalah

