# Bisma mencegat Mia yang baru saja keluar dari kamar Ranya. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini Bisma sudah tampak rapi, terlihat jelas kalau dia sudah bersiap hendak ke kantor. "Katakan padaku, seberapa parah sebenarnya penyakit Ranya? Apa dia benar-benar hanya seperti itu sesekali? Kalau ya, sudah berapa kali? Lalu ..." "Bukankah Anda harus berangkat kerja saat ini?" Potong Mia. Bisma terdiam selama beberapa saat menghadapi ucapan Mia yang seolah menegaskan kalau dia seharusnya tidak terlalu merasa penasaran tentang seseorang. "Aku hanya menunjukkan kepedulianku. Bagaimanapun dia adalah bagian dari perusahaanku karena dia sudah terikat kontrak sebagai model perusahaan kami," elak Bisma mencari alasan. Dia jelas tidak bisa mengungkapkan rasa ketertarikannya kepada Ranya secara terus

