14

1268 Words

Jevin berniat mengabaikan asa yang membucah di hatinya. Jevin berniat menutup kupingnya rapat-rapat pada apapun yang terdengar saat melewati pintu apartemen Rebbeca. Wanita itu meminta waktu untuk sendiri, setelah banyak hal terjadi antara mereka malam ini—jadi, Jevin menghormati itu. Jevin sudah bersiap untuk masuk ke apartemennya sendiri dan berpura-pura tidak tahu, tapi tidak bisa... dia tidak tahan untuk tidak mencari tahu. Apalagi, tangis itu terlalu menyayat. Bunyi pukulan yang entah dilabuhkan Rebbeca karena apa terdengar memilukan. Tanpa ragu Jevin membuka pintu tanpa ragu—mungkin tidak dikunci, dan benar saja memang tidak terkunci. Betapa terkejutnya Jevin saat masuk, dan melihat Rebbeca meringkuk di lantai ruang tamu sambil memukuli kedua tangan ke lantai. Mata wanita itu terpe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD