25

2013 Words

“A-apa?” Freya mengangkat wajahnya, menatap Axel dengan terkejut. Axel tersenyum. “Menikahlah denganku. Apalagi yang kita tunggu, jika kita saling mencintai?” Freya merasakan sesuatu berdesir di dadanya. Dipandanginya mata Axel yang seindah bintang di langit. Angannya dibawa terbang hingga ke angkasa. Freya tidak tahu jika orang yang dulu dibencinya setengah mati itu, justru kini yang paling membuatnya bahagia walau sekedar mengatakan kata cinta. “Kenapa menatapku seperti itu?” Axel menyentuh kedua pipi Freya, menatap matanya lekat-lekat. “Aku akan memikirkannya.” Air muka Axel berubah masam. “Apa?” “Kubilang, aku akan memikirkannya.” Axel menarik tangannya dari wajah Freya, kemudian memasang wajah merajuk. “Apa lagi yang mau kau pikirkan? Memangnya, aku kurang apa?” Freya mendecih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD