Miki mengusap air matanya begitu melihat pintu di depannya membuka dan menampilkan sosok Axel bersama rambutnya yang berantakan. Matanya menyipit malas, membalas pandangan Miki yang dingin menusuk. "Ada apa?" tanya Axel, enggan berbasa-basi. "Ada yang ingin aku bicarakan." *** "Maaf, aku sudah mengganggu hari liburmu," tutur Harry, setelah melihat Freya keluar rumah. Perempuan itu menunjukkan senyum terbaiknya sembari melebarkan pintu rumahnya. "Bicara apa kau ini... ayo, masuk!" katanya, riang. Harry mengembuskan napas panjang, lalu berkata, "Mau kencan denganku, Frey?" "A-apa?" "Aku rindu dengan masa remaja kita. Mau mengenangnya sebentar?" Freya mengangguk, namun tampak sedikit ragu. Sepintas, ia memikirkan Axel. Apa katanya kalau ia tahu dirinya bertemu Harry? Tapi, bagaimana

