30

965 Words

Mereka sudah menikah dan punya anak perempuan yang lucu. Mereka pasti sangat bahagia. Sementara aku? Entah kapan akan menemukan pasangan hidup dan bahagia seperti mereka. Tapi, setidaknya aku tahu...kalau pada akhirnya... Axel bahagia. Itu artinya, ia tidak salah mengambil keputusan waktu itu. Freya mengembuskan napas panjang, kemudian menyandarkan tubuhnya ke pagar balkon apartemen, melihat ke bawah, pada lampu-lampu yang berasal dari setiap sudut kota Jakarta. Malam ini, rasanya sangat berbeda. Ada yang hilang dalam dirinya, entah apa. Mendadak, Freya ingin menangis. Dan benar saja, beberapa saat kemudian, air matanya menerobos keluar, sampai-sampai Freya tidak tahu cara menyudahinya. Ya Tuhan. Sakit sekali... Aku masih mencintainya. Tolong bantu aku melupakannya. “Kau baik-baik s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD