"Oh kalo itu gak datang sih, kak." "Kenapa? Kamu ada acara?" Ada yang bersedih mendengarnya. Shilla mengangguk pelan. Walau sebetulnya gak ada. Reifan sedang sibuk-sibuknya di kampus. Katanya, ia jadi timses untuk pencalonan ketua BEM kampus gitu. Karena hari pencalonannya makin dekat, mereka sedang gencar-gencarnya untuk terus kampanye. Jadi ya Shilla memilih istirahat di rumah sih. Tak akan ke mana-mana. "Sampai malam sibuknya?" "Oh enggak kok, kak. Malam pasti udah istirahat." Tsabit mengangguk dengan senyuman tipis. Ya sudah lah. Tak apa-apa. Toh ia juga tak berharap banyak. Karena meski Tsamara memaksa Shilla pun, jawaban Shilla masih sama. Jadi adiknya juga tak melakukan pemaksaan atau semacamnya karena tahu hal itu yang akan terjadi. "Susah sih, kak. Dia udah lama banget pac

