Makan di pinggir jalan. Di mana? Ada warung nasi Padang begitu. Anneliese tak keberatan. Malah senang sih. Rada bebas juga karena gak ada yang mengenalinya. Melihatnya makan begitu lahap membuat tersenyum. "Belum makan dari pagi?" Liese nyengir. "Udah. Tapi kalo makannya nasi Padang tuh anehnya lahap terus." Adrian mengangguk-angguk. Ia juga setuju soal itu. Aneh memang. Nasi Padang beda saja rasanya. Padahal kan yang dijual dan rasa-rasanya itu-itu saja ya. Namun memang lebih menyenangkan deh. "Besok belum masuk berarti?" Ia sudah kangen ketemu Anneliese di sekolah. "Belum. Masih ada pemotretan. Mau aku selesain. Jadi nanti bisa masuk agak lama." "Mau ada pekerjaan lagi?" Ia mengangguk. "Ada series. Baru mau reading, tapi nanti sekitar dua minggu lagi. Abis itu syuting lagi luma

