Perjuangan

1323 Words

"Terus gimana?" "Ya gak ada jalan lain. Turutin aja apa maunya. Yang penting nilai UTS-ku ada lah." "Disuruh ngapain?" "Minta dana penelitian ke papa." "Astaga. Itu sih manfaatin kamu." "Mau gimana lagi? Aku malas ketemu dia lagi disemester genap. Kamu bayangin itu semester 10 baru bisa ngulang. Ya kalau dia udah gak sensi sama aku." "Ya sih." Ia paham. Ya nasib kuliah kadang ada aja ketemu dosen model begini. Dosen cowok pula. Tahu ia anak orang kaya ya sudah. Yang penting Reifan sudah bicara pada papanya. Tumben langsung diiyakan tanpa syarat apapun. Tadinya kan Reifan sudah pusing ya. Takut papanya minta ini-itu. Ia sedang pusing sama hidupnya jadi makin pusing. Satu urusan selesai. "Kamu kapan koasnya?" "Bulan depan. Cuma ada pemanggilan ke sana. Ya mungkin ada yang perlu dib

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD