"Aku emang cowok b******k, Shil. Cowok b******k ini pun masih ingin mencari cewek baik-baik untuk mendampinginya." Shilla tercenung mendengarnya. "Waktu pertama lihat kamu itu, aku gak mikir apakah kamu cewek baik atau enggak. Yang ada di dalam kepalaku waktu itu, aku tertarik sama kamu. Aku suka sama kamu. Tapi belum terpikir untuk pengen pacaran sama kamu waktu itu." Iya. Awalnya memang hanya suka. Tak berpikir ke arah sana juga. "Sampai seiring waktu, aku sadar. Rasanya munafik kalau aku gak mau miliki kamu. Dan aku pikir, kamu bukan tipe perempuan yang akan mempermasalahkan masa laluku. Kamu tahu, hidupku memang berantakan, Shil. Aku baru mau menatanya begitu ketemu kamu. Biar bisa bilang ke diri sendiri kalau aku pantas bersanding sama kamu." Ia juga tak pernah seserius ini sama

