"Pak! Tolong, pak!" Ia berteriak minta tolong. Yang di bawah jelas kaget lah melihat mereka ada di atap. Ada Alan dan Shilla. Tentu saja langsung ditolong. Meski sempat dicurigai. Ya ngapain coba di atap? Begitu Alan menjelaskan sedikit kasus gudang di belakang sana, salah satu ibu-ibu langsung menyuruh untuk menolong keduanya. Karena tahu mukanya Alan. Ya sadar gitu kalau Alan tadi yang meminta tolong. Akhirnya Shilla turun tuh dengan tangga. Ia yang lebih dulu turun baru kemudian disusul Alan. Masih canggung dengan kejadian tadi yang begitu cepat dan singkat. Ada apa sih? Kisah saat ia hampir jatuh dan Alan menangkapnya. Manis? Enggak sih. Malah takut. Ia bisa berprasangka buruk andai Alan tak bersikap wajar. "Reifan mana?" Ia jelas bertanya di mana pacarnya. Alan menghela nafas.

