Keempat muda-mudi tercenung setelah mendengarkan penjelasan Mama. Lebih daripada itu, mereka mengalami konflik batin yang serupa, dan segera meninggalkan kamar Mama agar beliau bisa beristirahat. Lanya menarik mereka agar duduk melingkar di lantai, merenungi penuturan Mama yang mengejutkan. Tak ada satu pun yang berbicara selama bermenit-menit yang terasa begitu lama. Itu, hingga jam tangan Stefan mendadak berkedip-kedip dan muncul notifikasi lirih yang hanya terdengar olehnya. “Siapa itu?” tanya Lanya. Stefan mengangkat alis. “Brian,” ujarnya, lalu segera menjawab panggilan sang sahabat. Mereka merapat, berusaha mencuri dengar perkataan Brian yang singkat. “Suruh Lanya kemari, Jeep sedang ke sana.” Begitulah pesan pengantarnya. “Perasaanku tidak nyaman. Dan, ah, tolong jaga Mama.” M

