Rombongan kecil itu tiba di rumah Lanya setelah dua jam, waktu tempuh yang normal dengan berjalan kaki melintasi hutan. Mereka tidak berbicara banyak selama perjalanan, paham dari isyarat-isyarat kecil yang ditinggalkan San selama memimpin perjalanan pulang. Hingga mereka berhasil tiba di rumah yang sudah kosong melompong, barulah Brian melepas lelahnya.Ia memandang sekeliling rumah Lanya dengan nelangsa. Selama sesaat ia terpaku di dapur, menyerap aroma bekas Mama dan Tante pemilik rumah yang sudah berpindah. “Brian?” “Aku tidak percaya aku belum menemui Mama sampai sekarang,” bisik Brian dengan lirih. “Padahal orang yang paling ingin kujumpai adalah ibumu, Anya. Lebih daripada bocah paling kurang ajar yang tak berani menemuiku, aku sangat ingin menemui Mama.” Lanya menarik Brian ke pe

