X83

1783 Words

“Stefan!” Lanya memekik. Stefan spontan mendorong San dengan sentakan keras. Ia kaget saat menyadari San terengah-engah dan jemarinya berusaha mencengkeram Stefan sekali lagi. Pemuda itu refleks melompat turun dari van dan menarik Lanya mundur. Reaksi San barusan ... “San?” Lanya berbisik. Suaranya tercekat. “San, apa kau ti—San!!” Lanya menjerit saat San tiba-tiba menerjang mereka. Namun, alih-alih berhasil menyerang, San justru terjatuh. Sang Patron terjerembap ke tanah dengan erangan menyakitkan. Ia berguling merasakan nyeri yang meledak-ledak di sekujur tubuh. “Ada apa ini?” Stefan berbisik ngeri. Ia refleks mengedarkan pandangan. “Ben!” serunya. “Ben, kemari!” Tidak butuh waktu lama hingga Ben muncul dengan tergopoh-gopoh. Mereka langsung menahan San yang masih mengejang, bahka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD