Adara berdiri diujung balkon kamarnya, menatap kosong kedepan. Setelah pernyataan cinta Aksa beberapa hari yang lalu, mendadak dia merasa bimbang. Sampai detik ini Adara tidak mengerti apa yang sebenarnya dia rasakan pada laki-laki itu. Cinta? Rasa kasihan? Ini benar-benar membingungkan. Beberapa hari ini, Aksa sering memintanya menemani laki-laki itu ke psikolog, berkonsultasi Adara sedikit terkejut namun menuruti permintaan Aksa. Ya, bisa dibilang laki-laki itu mulai menumbuhkan rasa semangat dalam dirinya untuk sembuh. Aji, Adara sudah jarang melihat laki-laki itu, mereka hanya menyapa saat berpapasan. Pastinya ada yang berubah setelah waktu itu. Cukup canggung untuk kembali pada waktu belum mengetahui apa-apa tentang masa lalu mereka. Setidaknya Adara butuh waktu untuk mencerna s

