Aksa: kita pulang. Aku tunggu dimobil. Adara terbatuk melihat teks yang ada di ponselnya. Sejak Aksa dan Aji memutuskan keluar, mereka tidak kembali lagi hingga saat ini. Walau bersikap tidak peduli, dalam hati Adara sangat ketakutan. Bukan apa-apa, dua laki-laki itu hanya beberapa kali bertemu dan melihat tatapan yang saling mereka berikan beberapa saat lalu sedikit mengganggunya. Adara menyudahi aktivitasnya, setelah berpamitan kepada teman-temannya, cewek itu buru-buru keluar dari ruangan tersebut. Benar saja, ia melihat mobil milik Aksa telah dihidupkan. Bayang-bayang Aksa terlihat dari kaca hitam. "Aji mana?" Adara membuka pintu. Aksa langsung melayangkan tatapan tajamnya. "Bisa dalam sehari kamu nggak bicara tentang dia?!" teriak Aksa keras, membuat Adara tersentak, tidak men

