Nathan sudah berada di ruang rawat VIP. Badannya terasa sakit semua. Kaki dan tangan kanannya masih belum boleh digerakkan. Kaki Nathan terpasang gip dan tangan Nathan dibalut kain berwarna coklat. Sementara mata kanannya di tutup perban. Ia ditemani Ibunya dan Sarah. Mereka belum sempat pulang dan membersihkan diri. Pakaian yang mereka gunakan masih sama seperti pakaian semalam tadi. Ibu Nathan yang berada disampingnya mengelus kepala putra kesayangannya. “Mama istirahat dulu aja,” kata Nathan lirih. “Iya, setelah Mama lihat wajah kamu, Mama akan istirahat sebentar. Kamu lapar nggak? Masih sakit ya lukanya?” “Iya Ma. Memangnya aku sudah boleh makan ya?” “Masih belum Nath. nanti kamu boleh makan jam 9 pagi. Sabar ya,” ujar Sarah. “Kamu nggak ingat kejadian tadi malam?”

