34

1288 Words

Susah payah Fiona berusaha menahan diri agar tidak berteriak ketika sekelompok Nazraq mengerumuni dirinya. Bukan hanya Fiona, melainkan Marvin dan Lilia—orangtua Fiona. Mereka terjebak di ruang keluarga, terduduk di lantai sembari saling melindungi; berharap serigala-serigala tidak tengah berselera mencicipi salah satu di antara mereka. Berpasang mata, cakar-cakar yang tersembunyi di antara bulu, dan taring-taring yang tampak mengilat oleh air liur.  Tidak ada yang paham. Tidak seorang pun! Perut Fiona bergemuruh mengingat teriakan serta erang kesakitan pelayan dan seluruh penghuni kediaman ketika serigala-serigala menyerbu; mengoyak tangan, mengunyah tulang, dan melumat jeroan. Bahkan jerit meminta tolong sekan enggan meninggalkan Fiona dalam ketenangan. Jerit itu; rasa sakit, ketakuta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD