32

891 Words

Jerit kesakitan bersahutan dengan teriakan ketakutan. Orang-orang berjuang melindungi diri dari terkaman Nazraq. Serigala-serigala mengincar apa pun; wanita, lelaki, tua, muda, bahkan balita sekalipun. Tidak ada satu pun terlewat. Zemaya, ibu kota Karmelion, pusat pemerintahan sekaligus kota industri. Alun-alun yang seharusnya ramai oleh pengunjung kini telah porak-poranda. Mereka, para manusia, tidak menduga kehadiran Nazraq. Terlena dalam kenyaman tanpa sadar bahwa maut tengah mengetuk pintu dan bersiap menjemput menuju pangkuan Seeua, dewa kematian. Lantas ketika sadar, bahwa ajal semakin mendekat, manusia hanya telah terjerat teror dan merangkak mencari perlindungan. Mayat bergelimpangan di sekitar kolam air mancur. Tubuh-tubuh koyak, darah mengalir membasahi lantai, darah mencemari a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD